
Mungkin anda pernah mengalami problem seperti gambar di atas ketika booting, hal ini sering terjadi ketika kita mengistal sistem dualboot pada komputer kita yang menyebabkan salah satu grub linux kita hilang.
Permasalahan seperti gambar di atas adalah karena file grub.conf linux kita hilang, crash atau corrupt sehingga tidak berfungsi untuk booting secara normal.
Solusi paling gampang adalah dengan memboot kembali dari cd linux untuk mengistall ulang grub, tapi bagaimana ketika kita dalam kondisi tidak ada cd installer atau live cd atau cd rescue untuk memperbaiki grub yang hilang.
Cara sederhana untuk mengatasi hal di atas adalah ketika kita selalu rajin membackup konfigurasi sistem kita. Apabila kita membackup file grub.conf yang ada pada folder /boot/grub/grub.conf, misal menjadi grub.conf_backup kita bisa meload file grub.conf_backup dengan bantuan menu help, berikut solusinya :
- Ketika kita berada dalam kondisi seperti di atas, ketik : help , maka akan tampil bantuan yang di tawarkan sistem
- Dari menu help diatas kita bisa menggunakan menu configfile untuk meload file backup grub.conf_backup
- Jalankan perintah berikut : configfile /boot/grub/grub.conf_backup
- Sistem akan meload / booting melalui file grub.conf_backup yang di load oleh configfile
Setelah sistem booting, jangan lupa untuk merename file grub.conf_backup menjadi file default grub.conf, agar file grub.conf di kenal ketika booting selanjutnya dan sistem kembali berjalan normal.

Tadi siang ada pertanyaan di milst Zimbra-ID mengenai import account di zimbra, hal ini pernah saya alami ketika melakukan migrasi server email di kantor klien, sebenarnya di zimbra admin sendiri sudah ada menu untuk import account di zimbra dengan format file berextention .CSV, di menu account tab bulk Provision. Cara ini pernah saya coba di kantor saya dengan jumlah account 260 .
Tetapi cara diatas tidak mencatat password masing -masing account, dimana semua password user yang di import kembali menjadi kosong ( tidak bisa login dengan password hasil import ) dan hal diatas sangat merepotkan ketika jumlah user cukup banyak, dengan mengeset password masing – masing account kembali. Read more…
February 27th, 2010
yamin
Kalau ingat tadi pagi, kadang suka tersenyum sendiri. Sedang asik – asiknya mencek email dan log – log server, tiba – tiba ada satu user yang setiap pagi bermasalah dengan komputernya, biasanya ada IT Support yang tangani, tapi kali ini kebetulan yang biasa tangani tidak ada, jadinya saya yang di mintakan perbantuan tentang masalah pada komputernya.
Setelah saya cek ternyata masalah pada keyboard yang tidak berfungsi, ternyata ini keyboard jarum ps2nya pada bengkok, pikir saya masa sih IT Support pasang keyboard sampai ancur gini.
Si user yang memang ibu – ibu yang agak tua bilang
“itu memang saya yang pasang, setiap mau pulang memang saya copot keyboardnya”,
kata saya “kenapa di copot bu setiap mau pulang”,
“iya habisnya lampu keyboardnya nyala terus (maksudnya lampu numslock ) walaupun komputernya sudah saya matikan, saya bisa kena denda 100 ribu kalau komputer masih terlihat nyala”
Setelah saya kasih trik bagaimana ketika komputer dimatikan lampu numslock keybord juga ikut mati, dalam benak saya berfikir, “Ehm baru tau kena denda kalau komputer lupa dimatikan, walaupun sudah 2 bulan kerja di kantor ini, padahal IT tuh paling sering tidak mematikan komputer, apalagi kalau lagi download sesuatu, thanks bu atas infonya..hehehe”
NB: tulisan diatas sebenarnya sudah 2 bulan yang lalu saya tulis, cuma baru di publish
February 27th, 2010
yamin

Beberapa hari yang lalu saya mencoba membuat file system LVM di Centos 5.4 setelah proses instalasi, namun saya lupa untuk merubah/menambahkan file system LVM yang baru saya buat, di /etc/fstab. Begitu saya restart system maka setelah booting muncul error seperti gambar di atas.
Pesan error diatas adalah System tidak bisa membaca /data1, /data2, /data3, /data4 karena file system tersebut sudah saya hapus untuk membuat file system LVM,
Solusinya adalah :
Read more…