Denda 100 Ribu

Aktifitas February 27th, 2010

Kalau ingat tadi pagi, kadang suka tersenyum sendiri. Sedang asik – asiknya mencek email dan  log – log server,  tiba – tiba ada satu user yang setiap pagi bermasalah dengan komputernya, biasanya ada  IT Support yang tangani, tapi kali ini kebetulan yang biasa tangani tidak ada, jadinya saya yang di mintakan perbantuan tentang masalah pada komputernya.

Setelah saya cek ternyata masalah pada keyboard yang tidak berfungsi, ternyata ini keyboard jarum ps2nya pada bengkok, pikir saya masa sih IT Support pasang keyboard sampai ancur gini.

Si user yang memang ibu – ibu yang agak tua bilang

“itu memang saya yang pasang, setiap mau pulang memang saya copot keyboardnya”,

kata saya “kenapa di copot bu setiap mau pulang”,

“iya habisnya lampu keyboardnya nyala terus (maksudnya lampu  numslock ) walaupun komputernya sudah saya matikan, saya bisa kena denda 100 ribu kalau komputer masih terlihat nyala”

Setelah saya kasih trik bagaimana ketika komputer dimatikan lampu numslock keybord juga  ikut mati, dalam benak saya berfikir, “Ehm baru tau kena denda kalau komputer lupa dimatikan, walaupun sudah 2 bulan kerja di kantor ini, padahal IT tuh paling sering tidak mematikan komputer, apalagi kalau lagi download sesuatu, thanks bu atas infonya..hehehe”

NB: tulisan diatas sebenarnya sudah 2 bulan yang lalu saya tulis, cuma baru di publish :-)

Tidak bisa hadir

Aktifitas December 6th, 2009

Doh hari ini tidak bisa menghadiri pertemuan bulanan openSUSE-ID di Restoran Samikuring, Cikarang – Bekasi. Ada perasaaan tidak enak juga sama teman – teman mengingat ada salah satu agenda penggantian pengurus, walaupun sudah tertunda beberapa bulan ini. Tapi mau bagaimana lagi, saya musti ke Bogor ada finishing pekerjaan di luar pekerjaan kantor, yaitu ke tempat pak Prof. Rudy C. Tarumingkeng, sebenarnya pertemuan dengan pak Rudi ini di agendakan minggu kemaren, tapi hari jum’at sebelumnya Pak Rudi sms bahwa beliau berhalangan, dan di ganti minggu depannya yaitu minggu ini.

Pikir sebelumnya sih mungkin dari tempat pak Rudy saya bisa langsung ke Cikarang walaupun agak telat, tapi setelah lihat kembali pengumuman di web, baru nyadar kalau pertemuan openSUSE-ID di mulai jam 9, ( biasanya jam 2 an ) wadoh gimana ini! . Langsung telpon bigbos Vavai bilang terpaksa tidak bisa hadir tapi tetep disuruh hadir…katanya ada serah terima ( akhirnya memang tidak bisa ), ( mudah – mudahan sudah ada ketua baru ), kalaupun tidak ya memang harus mundur, saya sudah merasa tidak banyak kontribusi yang saya berikan ke Komunitas dan pergantian ini pun seharusnya di laksanakan bulan Juli lalu. Maaf teman – teman aku tidak bisa hadir :-(

Maaf juga kepada teman – teman yang melaksanakan pesta pernikahan hari ini, saya tidak bisa menghadiri pesta pernikahan kalian :-(

Wisata Religi ke Masjid Kubah Emas

Aktifitas March 9th, 2009

masjid_kubah_emas.jpg

Setelah dari tempat Hendi aku dan babeh akhirnya mampir di salah satu masjid termegah di Indonsia, bahkan di asia tenggara. Namanya Masjid Dian Al Mahri atau orang lebih mengenalnya Masjid Kubah Emas. Masjid yang luas bangunannya 8000 M2 di atas lahan 70 Ha terlihat begitu megah di kelilingi pohon – pohon produktif seperti pohon durian, mangga, rambutan dll.

Ini adalah pertama kalinya aku singgah di Masjid Kubah Emas sejak di resmikan tahun 2006, beda dengan babeh yang sudah berapa kali berkunjung, begitu sampai di pelataran parkir aku langsung kagum dengan bangunan masjid yang konon mirif dengan masjid Nabawi.

Setelah sholat Dzuhur berjama’ah, langsung saja kuaktifkan hpku untuk mengambil gambar di setiap sudut masjid tersebut walaupun sangat jelas terpampang tidak boleh berfoto ria di dalam masjid.

Ternyata tidak hanya 5 kubahnya yang di lapisi emas 24 karat setebal 1-2 cm, ternyata tiang – tiang penyangganya juga di lapisi emas, lampu gantung, railing tangga pertama kali kita masuk hingga tangga area menuju tempat berwudhu juga di hiasi emas bahkan lampu gantung, ornament kaligrafi hingga mimbar mihrabnyapun di lapisi emas. Begitu menakjubkan rumah Allah ini, begitu mulyanya pendiri masjid ini.

Pendiri masjid ini adalah seorang wanita bernama Ibu Hajjah Dian Juriah Maimun Al Rasyd bersama suaminya Drs. H. Maimun Al Rasyd. Terletak di daerah Meruyung, kecamatan Limo Depok. Tidak heran banyak pengunjung yang datang tidak hanya dari JABODETABEK tetapi dari luar Jawa bahkan mancanegara. Karena memang konon masjid ini di bangun dengan konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang memfasilitasi kebutuhan umat Islam akan tempat ibadah, dahwah, pendidikan dan sosial yang menyatu dalam ruang lingkup kawasan Islamic Center Dian Al Mahri.

Setelah jalan – jalan mengelilingi area masjid yang cukup luas, sebelum pulang aku menyempatkan diri mampir di stand penjualan pernak – pernik islam dan masjid tersebut dan membeli sebuah kalender masjid Kubah Emas yang terpampang wajah pendiri masjid dan sebuah majalah kubah emas untuk ku bawa pulang.

Bertemu temen lama…!

Aktifitas March 9th, 2009

Lagi santai baca koran minggu pagi kemaren, tau – tau babeh ngajak ke tempat proyeknya di daerah sawangan, depok. Kebetulan memang lagi tidak ada kerjaan yah ngikut aja sambil ketemu teman lama. Dan kebetulan juga proyek yang di kerjakan babeh adalah pembuatan rumah temen kuliahku dulu.

Di perjalanan babeh sempet nunjukin keberadaan Masjid Kubah Emas di daerah meruyung, kecamatan Limo, Depok. “Ya sudah beh nanti pulang dari tempat Hendi, mampir ke Masjid Kubah Emas”, kataku.

Kedatanganku disambut hendi dan istrinya, fikirku hebat juga temenku ini sudah bisa bikin rumah sendiri hasil kerja banting tulang merawat pasien. Dari jaman kuliah dulu memang dia sudah bekerja di salah satu rumah sakit di jakarta sebagai perawat sambil kuliah, tapi sayang kuliahnya tidak pernah sampai selesai.

Jadi teringet masa – masa kuliah, dulu waktu masih kuliah kita tuh bertemen 4 orang, karena si hendi ini sudah bekerja, jadinya setiap nongkong di Blok M atau jalan kemana selalu dia yang bayarin :-P .

Langsung aja aku melihat lihat bangunan rumahnya yang baru 40 % jadi, terlihat senyum kebahagiaan di wajah sahabatku ini, apalagi istrinya, katanya untung kenal mas yamin dan babeh jadinya di kenakan harga miring untuk bangunan rumahnya yang berukuran 64 M di atas tanah seluas 100 M, yah cukuplah untuk keluarga kecil yang belum di karunia anak.

Temenku ini memang orangnya lurus – lurus aja, ga neko – neko lah. Istrinya pun orang yang sederhana, makanya mereka bisa bikin rumah sendiri. Cuma, 5 tahun nikah mereka belum di karunia anak.

Sebelum pulang, dalam hatiku berucap semoga mereka cepet – cepet dikarunia anak biar bertambah bahagia dan bisa meramaikan rumah yang sedang mereka bangun.

Amin.