masjid_kubah_emas.jpg

Setelah dari tempat Hendi aku dan babeh akhirnya mampir di salah satu masjid termegah di Indonsia, bahkan di asia tenggara. Namanya Masjid Dian Al Mahri atau orang lebih mengenalnya Masjid Kubah Emas. Masjid yang luas bangunannya 8000 M2 di atas lahan 70 Ha terlihat begitu megah di kelilingi pohon – pohon produktif seperti pohon durian, mangga, rambutan dll.

Ini adalah pertama kalinya aku singgah di Masjid Kubah Emas sejak di resmikan tahun 2006, beda dengan babeh yang sudah berapa kali berkunjung, begitu sampai di pelataran parkir aku langsung kagum dengan bangunan masjid yang konon mirif dengan masjid Nabawi.

Setelah sholat Dzuhur berjama’ah, langsung saja kuaktifkan hpku untuk mengambil gambar di setiap sudut masjid tersebut walaupun sangat jelas terpampang tidak boleh berfoto ria di dalam masjid.

Ternyata tidak hanya 5 kubahnya yang di lapisi emas 24 karat setebal 1-2 cm, ternyata tiang – tiang penyangganya juga di lapisi emas, lampu gantung, railing tangga pertama kali kita masuk hingga tangga area menuju tempat berwudhu juga di hiasi emas bahkan lampu gantung, ornament kaligrafi hingga mimbar mihrabnyapun di lapisi emas. Begitu menakjubkan rumah Allah ini, begitu mulyanya pendiri masjid ini.

Pendiri masjid ini adalah seorang wanita bernama Ibu Hajjah Dian Juriah Maimun Al Rasyd bersama suaminya Drs. H. Maimun Al Rasyd. Terletak di daerah Meruyung, kecamatan Limo Depok. Tidak heran banyak pengunjung yang datang tidak hanya dari JABODETABEK tetapi dari luar Jawa bahkan mancanegara. Karena memang konon masjid ini di bangun dengan konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang memfasilitasi kebutuhan umat Islam akan tempat ibadah, dahwah, pendidikan dan sosial yang menyatu dalam ruang lingkup kawasan Islamic Center Dian Al Mahri.

Setelah jalan – jalan mengelilingi area masjid yang cukup luas, sebelum pulang aku menyempatkan diri mampir di stand penjualan pernak – pernik islam dan masjid tersebut dan membeli sebuah kalender masjid Kubah Emas yang terpampang wajah pendiri masjid dan sebuah majalah kubah emas untuk ku bawa pulang.



2 Comments to “Wisata Religi ke Masjid Kubah Emas”

  1. Adi Purnomo | March 10th, 2010 at 4:43 am

    Bangunannya indah sekali.
    Apa saya diijinkan copy gambarnya? Terima kasih.
    Adi

  2. yamin | March 10th, 2010 at 6:44 am

    @Mas Adi : silakan kopi saja, saya juga suka gambarnya, sungguh indah

Leave a Comment