Kunci Motorku
Aktifitas December 1st, 2008
Kebiasaan buruk memang sulit di hilangkan, ini tentang sifat lupa saya yang sulit di hilangkan, kisah kunci motor yang selalu ketinggalan di motor.
Selasa, 25 November 2008
Setelah minta izin ke Atasan dan HRD, saya langsung meluncur ke UI untuk menghadiri rapat persiapan acara UI Open Source Day mewakili Komunitas openSUSE-ID. Setelah sampai di UI dan di beritahu via email kalau pertemuan di gedung Balai Sidang UI, dengan santainya saya memarkir motor kesayangan saya tepat di depan Gedung Balai sidang UI dan di sini saya bertemu dengan mas Hendra panitia UI dan langsung menuju ke ruang pertemuan yang juga sebagai tempat di seleggarakannya acara. Sesampainya di dalam saya bertemu dengan mas Satriana perwakilan dari Ubuntu-ID yang sudah datang lebih dulu.
Sambil duduk dan memperhatikan panitia melakukan gladi kotor, kami berdikusi membahas persiapan Panitia dan masing – masing komunitas, tak berapa lama datang mas Irwin Laurencia dari Fedora-ID, diskusi pun berlanjut dan tak berapa lama lagi datang pa Satpam, dan berkata “ Siapa yang punya motor Supra X Warna merah ?, Dengan sedikit mengerutkan dahi sambil mikir, dengan lantangnya saya menjawab “ oh itu motor saya pa, memangnya ada apa ya pa ? , pa Satpam menjawab “ ini kunci motornya bukan ?” tanpa fikir panjang, karena saya tahu betul itu kunci motor saya, saya bilang “ iya itu kunci motor saya “ dan pa Satpam menjawab “ ini mas kunci motornya, lain kali jangan di tingal gelantung di motor, untung saya yang menemukan” saya pun mengucapkan Terimakasih kepada pa Satpam yang punya hati mulia mengembalikan kunci motor saya dan pa Satpam pun langsung pergi.
Dalam hati saya berujar dan menyalahkan diri sendiri kenapa dengan cerobohnya saya meninggalkan kunci motor saya gelantung di motor, walaupun ini bukan yang pertama kali kunci motor saya tinggal di motor.
Rabu, 26 November 2008
Besoknya pas UI Open Source Day, seperti biasa saya datang dengan motor kesayangan saya ini, sebelumnya mas kirman ( pengurus openSUSE-ID) telepon ke saya kalau dia nyasar dan tidak tahu ke UI dan bilang kalau dia berada di Depan gedung LP3T Nurul Fikri Margonda dan meminta saya untuk menjemputnya.
Jadilah saya menjemput mas kirman yang sudah menuggu di depan NF, saya dan mas kirman akhirnya berangkat bareng ke UI menuju Balai Sidang. Sesampainya di Balai sidang, terlihat parkir sudah penuh dan ada sedikit celah untuk memarkir motor saya, ternyata mas Bonie sudah sampai duluan dan mendatangi saya dan kirman di parkiran, sambil ngobrol saya pun membuka jaket dan memasukan ke dalam jok motor tanpa saya perhatikan kuci motor saya dan meluncur bertiga ke tempat acara.
Berhubung acara masih di isi dengan seminar oleh Pa Rusmanto dan Pa Onno Purbo, kami pun duduk- duduk di luar sambil menuggu kedatangan Vavai, Pa Edy Purwanto dan Edwinz, tak berapa lama Bonie mengajak masuk kedalam untuk melihat Seminar pa Onno, ketika ingin mengambil pulpen di saku baju, saya baru inget kalau kunci motor saya tidak ada, saya ubek – ubek semua kantong celana dan baju juga tas laptop, ternyata memang tidak ada.
Waduh acara belum di mulai, sudah di bikin pusing dengan kunci motor, akhirnya saya datangi parkiran untuk mengecek kunci motor ( jangan – jangan motornya sudah tidak ada lagi
, alhamdulilah ternyata motornya masih ada dan saya periksa di mana kunci motor gerangan, ternyata tidak ada juga di motor.
Lalu saya tanya Bonie dan Kirman, merekapun tidak tahu dan Bonie mengingatkan saya kalau kunci motor saya taruh di jaket, lalu jaketnya saya taruh di dalam jok motor ( waduh kenapa bisa seperti ini), tapi saya yakin kunci motor tidak saya masukan di kantung jaket, tetapi memang tertinggal di motor.
Fikir saya sih memang di temukan pa Satpam, tapi saya jadi malu sendiri kalau memang di temukan pa Satpam, berarti 2 hari saya ke UI, 2 hari juga saya meniggalkan kunci motor di motor( alangkah bodohnya saya ).
Dengan perasaan galau, saya telepon ke rumah dan minta adik untuk membawa kunci serep ( duplikat), setelah di bawakan kunci duplikat langsung saja saya periksa di jaket, ternyata memang tidak ada. Berarti filing saya benar kalau kunci motor pasti di temukan pa satpam, berhubung acara sudah di mulai, saya mengikuti acara terebut dan pulangnya baru menanyakan ke pa satpam.
Begitu acara usai langsung saja saya tanyakan ke pa satpam, dan ternyata benar kunci motor saya ditemukan oleh pa satpam dan meminta saya untuk menunjukan STNK motor untuk meyakinkan kalau kunci motor tersebut adalah kunci motor saya, terimakasih kepada pa Satpam yang baik hati dengan rasa senang saya memberikan sedikit tips kepada pa satpam tersebut sebagai tanda terimakasih.
Sebenarnya kejadian di UI bukan pertama kali saya menginggalkan kunci motor, beberapa kali terjadi di kantor tempat saya bekerja dan beberapa kali juga satpam kantor yang menemukan, pernah juga terjadi di parkiran Mall Cijantung yang akhirnya di temukan juga oleh pa Satpam.
Terima kasih Bapak – Bapak Satpam.

About
Salah satu tanda yang menunjukkan pentingnya seorang pendamping, hahaha…
setuju….
# Vavai
Waduh, kena cengan lagi sama si bos Vavai, cariin dong bos..hehehehe
# Lysdaputra
Bos yang satu ini sekarang jarang muncul di KOPDAR…
untung sampean gak lupa isi bensin tu motor mas.
Diperlukan (Lowongan) seorang pendaping pribadi (CW) yg selalau mengingatkan kunci ini dan itu tuhhhhhhhhh
Mestinya kalo kemana-mana bukan motor ditaroh dan kuncinya di kantongi.Sekarang dibalik aja kaleee; kunci diparkir dan motornya yg dikantongin. Dijamin aman..Hehehe.
ngakunya es-mud & orang penting kok bisa lupa, jangan2 klo punya cw bisa ketinggalan jg. Makanye klo punya kunci dikalungin terus.
Tapi boleh juga tulisannya, sepertinya ada bakat buat nulis buku.
Salam manis dari your friend yang paling manis dan cantik.